Senin, 05 November 2018

SURAT

Hallo Teman-Teman ❤❤❤
Ketemu lagi di blog aku yang akan membahas tentang persuratan.



https://pintubelajarcerdas.blogspot.com/2016/09/menulis-surat-undangan-dan-bagian.html














Pengertian Surat

Surat adalah selembar kertas yang berisi informasi, pesan, pertanyaan, dan tanggapan yang sesuai dengan keinginan penulis surat.  Kegiatan berkomunikasi dengan surat disebut surat-menyurat atau korespondensi.

Fungsi Surat

Ada beberapa fungsi surat antara lain :
v  Sebagai bukti nyata hitam di atas putih, terutama surat-surat perjanjian
v  Sebagai alat pengingat karena surat dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi jika diperlukan    
v  Sebagai bukti sejarah
v  Sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan tugas
v  Sebagai duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicaranya.
v  Sebagai alat promosi
v  Sebagai bahan untuk mengambil keputusan (misalnya surat penawaran dan surat pelaporan)

Bagian-Bagian Surat

1.      Kepala Surat atau Kop Surat
Unsur-unsur kepala surat adalah:
a.       unsur utama: nama perusahaan, alamat           lengkap, nomor telepon
b.      unsur tambahan: logo/simbol jawatan/perusahaan, nama bank          langganan,  alamat kantor cabang, dan      bidang usaha

2.      Tanggal surat
Tanggal surat berfungsi untuk memberi tahu kepada si penerima surat kapan surat itu ditulis. Tanggal surat dinas tidak perlu didahului nama kota, karena nama kota sudah tercantum pada kepala surat. Nama bulan jangan disingkat atau ditulis dengan angka (November menjadi Nov. atau 11). Tahun juga ditulis lengkap, tidak disingkat dengan tanda koma di atas. Akhir tanggal surat tidak dibubuhkan tanda baca apa pun. Ketentuan tersebut di atas tidak berlaku untuk penulisan surat pribadi. Contoh penulisan tanggal surat : Salah:   Jakarta, 28 Okt. 1987, Bandung, 28-10-‘87
Benar:   28 Oktober 1987

3.      Nomor Surat
Setiap surat keluar dari sebuah jawatan atau perusahaan harus diberi nomor untuk memudahkan pengagendaan,  pengarsipan, dan pengacuan di dalam balasan surat.  Oleh penerima surat nomor surat yang diterima dapat disebutkan sebagai acuan atau petunjuk di dalam surat jawaban.  Demikian pula memudahkan mencari surat itu kembali jika diperlukan, dan mengetahui setiap waktu banyaknya surat yang keluar.
Nomor urut surat hanya berlaku untuk tahun yang bersangkutan. Pada awal Januari tahun berikutnya diurutkan kembali dari nomor satu dan seterusnya hingga akhir Desember.
Setiap perusahaan mempunyai kode penomoran sendiri, namun sekurang-kurangnya penomoran surat menunjukkan nomor surat keluar, kode (jenis) surat, bulan, dan tahun surat.
Pada surat berjudul, nomor surat ditulis di bawah judul surat tanpa garis pemisah.
Salah:   SURAT KETERANGAN
Nomor: SK/45/II/1994         
Benar:   SURAT TUGAS
                         Nomor: 32/ST/III/1994

4.      Lampiran
Penulisan Lampiran setelah nomor surat berguna agar penerima surat dapat  meneliti dan melihat kembali banyaknya sesuatu yang dilampirkan.  Yang dilampirkan itu dapat berupa buku, fotokopi surat keterangan yang diperlukan, brosur, kuitansi, dan sebagainya.Penulisan Lampiran mengikuti aturan sebagai berikut:
Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua. Kemudian dicantumkan  jumlah yang dilampirkan, tidak diikuti tanda baca apa pun.

5.      Hal Surat
Penulisan Hal setelah Lampiran berguna agar pembaca dengan cepat mengetahui hal yang dibicarakan dalam surat tersebut sebelum membaca isi surat selengkapnya. Hal surat dituliskan dengan singkat.   Sebaiknya digunakan kata Hal dan bukan Perihal.
6.      Alamat Surat
digunakan sebagai petunjuk langsung siapa yang harus menerima surat Alamat yang dituju ini sebenarnya tercantum   pula dalam sampul surat. Alamat (dalam surat) sekaligus dapat berfungsi sebagai alamat luar jika digunakan sampul berjendela.

7.      Salam Pembuka
Salam  pembuka merupakan tanda hormat penulis surat sebelum penulis surat berkomunikasi.

8.      Tubuh Surat/ Isi Surat
Tubuh surat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.       paragraf pembuka
b.      paragraf isi surat yang sesungguhnya, dan
c.       paragraf penutup. 

9.      Salam Penutup
Berfungsi untuk menunjukkan rasa hormat penulis surat, Huruf awal kata salam penutup ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata lainnya ditulis dengan huruf kecil, sesudah salam penutup dibubuhkan tanda koma.

10.  Penanggungjawab Surat
a.  Surat (dalam surat dinas) dianggap sah jika ditandatangani oleh pejabat yang berwenang (pemimpin )
b.   Nama jelas penanda tangan  dicantumkan di bawah tanda tangan dengan huruf awal setiap kata ditulis kapital, tanpa diberi kurung dan tanpa diberi tanda baca apa pun.
c. Jika akan dicantumkan nomor induk pegawai pejabat yang  bersangkutan, pencantumannya di antara nama jelas dan jabatan
11.  Tembusan

12.  Inisial

Sudah jelas semuanya kan semoga bermanfaat untuk kalian yang membutuhkan, jangan lupa masuka komentar anda di kolom bagian bawah yaa, karena komentar kalian sangat bermanfaat bagi pemulis.

Terima Kasih .. .. ..

Wassalamu’alaikum Teman-Teman ❤❤❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar